Jumat, 06 April 2012

BBM Dari Sampah Plastik

Terobosan SMK Negeri 3 Kimia Kota Madiun yang berhasil mengubah sampah plastik jadi bahan bakar minyak.

Berawal dari kegelisahan Tri Handoko, guru kimia di Sekolah Menengah Kejuruan tersebut melihat timbunan sampah plastik saat baru pulang dari kegiatan mengajar. Ia tercekat, dalam benaknya, sampah plastik yang dibuat dari minyak bumi ini akan menjadi masalah bila tak bisa di daur ulang.
Sejak itu, Tri mulai melakukan beragam percobaan untuk mengolah sampah plastik yang selama ini merupakan limbah beracun dan menjadi pencemar lingkungan. Percobaan demi percobaan dilaluinya. Bersama dengan anak didiknya di SMKN 3 Madiun, Tri tak lelah melakukan uji coba untuk merubah plastik kembali ke asalnya yakni dari minyak.

Menjelang akhir 2010, uji coba Tri mulai membuahkan hasil. Dengan berbekal alat sederhana yakni memanfaatkan bekas tabung gas kemasan 3 kilogram (kg) yang disulap menjadi tempat pembakaran limbah plastik. Nah di ujung tabung itu dilengkapi dengan alat destilasi atau penyulingan sederhana.
Ketika limbah plastik dipanaskan akan meleleh dan menghasilkan uap. Uap inilah yang menjadi bahan bakar setelah sebelumnya didestilasi hingga menjadi cair.

Alat bisa dibangun dari material bekas, disesuaikan kemampuan pembuat dan kapasitas limbah yang akan diolah. Alat yang dipakai bisa berbiaya Rp 650.000 hingga Rp 100 juta, tergantung kebutuhan.

Prosesnya

Kepala SMKN 3 Kimia Kota Madiun, Sulaksono Tavip Rijanto menerangkan proses pengolahan limbah plastik menjadi BBM ini melalui beberapa tahap.
“Pertama melalui pembakaran hingga 600 derajat Celcius, lalu disuling (firolisis) dan penjernihan.Uap hidrokarbon hasil pembakaran inilah yang menjadi minyak yang bisa digunakan untuk bahan bakar,” ucapnya.

Alat pembakaran dibuat dari tabung gas elpiji yang memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI) ukuran 3 kilogram. Tabung elpiji dilubangi dan dipasang corong besi dengan cara dilas.Corong ini untuk memasukkan bahan plastik yang dibakar dalam tabung.

Setelah itu,tabung pembakaran dihubungkan dengan pipa penyulingan yang terhubung dengan tabung penadah uap atau hidrokarbon yang mencair jadi minyak. Segala jenis plastik bisa diolah dengan cara ini.
Plastik yang dimasukkan ke dalam tabung dipanaskan dengan gas elpiji sehingga terurai dan uapnya mengendap menjadi minyak. 
Satu kilogram plastik bisa menghasilkan sekitar satu liter minyak.
Agar efisien dan bernilai ekonomis,untuk pembakaran plastik selanjutnya menggunakan minyak plastik hasil penyulingan. Proses pembakaran dan penyulingan minyak dari limbah plastik ini ramah lingkungan.

“Dalam pembakaran, sama sekali tidak ada asap yang keluar karena setelah disuling,uap ditampung dalam tabung yang tertutup sehingga asapnya tidak membahayakan,”kata Tavip.

Soal unsur kimia dalam BBM limbah plastik ini,ujar Tavip,memang belum diteliti lebih lanjut. Sejauh ini, penelitiannya belum sampai pada unsur yang ada seperti timbal atau Pb (Plumbum) yang terkandung dalam BBM alternatif ini. “Kemungkinan ada karena ini dari minyak bumi juga,” katanya.

Dari percobaaan tambahan diperoleh hasil bahwa bila plastik yang digunakan sebagai bahan baku berasal dari bekas botol minuman mineral, maka hasil minyaknya lebih bagus yakni lebih jernih ketimbang minyak yang berasal dari tas kresek bekas.

Dari hasil ini bisa disimpulkan bahwa semakin jernih dan bersih bentuk limbahnya semakin bagus minyak yang dihasilkan.
Hasil Uji

Hasil uji laboratorium SMKN 3 Kota Madiun menunjukkan, solar limbah plastik menghidupkan mesin pemotong rumput. Premium limbah plastik telah diuji kromatografi gas pada laboratorium PT Sucofindo.

Nilai oktan BBM dari limbah plastik ini masih sekitar 84-85.Sedikit di bawah nilai oktan premium yang berada di angka 87-88 dan agak jauh dari pertamax yang rata-rata 91-92.

“Memang kualitasnya masih di bawah premium dan pertamax, tapi kami sempurnakan terus.Dulu hanya bisa untuk membersihkan noda karet lalu berkembang untuk mengoperasikan mesin potong rumput. Sekarang dicoba di mobil yang juga sedang diuji coba,” jelas Tavip.

Saat ditest di sekolah tetangga, BBM limbah plastik diterapkan pada mesin mobil Toyota keluaran tahun 1980-an yang sering dipakai praktik siswa SMKN 1.

Kepala SMK Negeri 1 Kota Madiun Sigit Dewantoro mengatakan BBM dari limbah plastik sudah bisa digunakan pada mini truk Esemka rakitan siswanya. “Namun rpm-nya (rotation perminute) atau putaran mesinnya naik turun, belum bisa stabil. Jadi masih diisikan di mesin praktik saja,”ujarnya.

Bank sampah

Karena kebutuhan sampah plastik yang tinggi, siswa semakin sulit memperoleh sampah plastik. Karena itu, sekarang SMKN 3 ini bekerja sama dengan para pemulung agar bersedia menjual sampah plastiknya ke sekolah. Untuk menampung pasokan sampah plastik, rencananya akan dibuat bank sampah plastik di sekolah.

”Sekolah kami fokus ke upaya menjaga lingkungan dengan mengelola limbah. Sudah jadi tradisi di sini,” kata Tavip.

Untuk mengajak masyarakat mengelola sampah plastik, sekolah yang memiliki Program Keahlian Kimia Analis, Kimia Industri, dan Pengawasan Mutu Pangan itu membuat 15 alat pengolah model terbaru. Sebelumnya, para siswa telah membuat lima model yang terus dimodifikasi dan disempurnakan. Ke-15 alat itu telah dibagikan Gubernur Jatim ke SMK lain di Jawa Timur,

Sumber:
http://www.apakabardunia.com/2012/04/bbm-dari-sampah-plastik.html

Teori Fisika Hawking, Mengungkap Perjalanan Isra Rasulullah SAW

Salah satu mukjizat Nabi Muhammad SAW adalah diperjalankannya beliau oleh Allah SWT melalui peristiwa Isra’ Mi’raj. Banyak yang coba mengungkapkan peristiwa tersebut secara ilmiah, salah satunya melalui Teori Fisika paling mutahir, yang dikemukakan oleh Dr. Stephen Hawking.


http://3.bp.blogspot.com/_zjjbdPgG57I/S9XO8HxjLRI/AAAAAAAAALI/qO1gumzcwsQ/s1600/stephen-hawking.jpg
Stephen Hawking

Teori Lubang Cacing

Raksasa di dunia ilmu fisika yang pertama adalah Isaac Newton (1642-1727) dengan bukunya : Philosophia Naturalis Principia Mathematica, menerangkan tentang konsep Gaya dalam Hukum Gravitasi dan Hukum Gerak.

Kemudian dilanjutkan oleh Albert Einstein (1879-1955) dengan Teori Relativitasnya yang terbagi atas Relativitas Khusus (1905) dan Relativitas Umum (1907).

Dan yang terakhir adalah Stephen William Hawking, CH, CBE, FRS (lahir di Oxford, Britania Raya, 8 Januari 1942), beliau dikenal sebagai ahli fisika teoritis.

Dr. Stephen Hawking dikenal akan sumbangannya di bidang fisika kuantum, terutama sekali karena teori-teorinya mengenai tiori kosmologi, gravitasi kuantum, lubang hitam, dan tulisan-tulisan topnya di mana ia membicarakan teori-teori dan kosmologinya secara umum.

Tulisan-tulisannya ini termasuk novel ilmiah ringan A Brief History of Time, yang tercantum dalam daftar bestseller di Sunday Times London selama 237 minggu berturut-turut, suatu periode terpanjang dalam sejarah.

Berdasarkan teori Roger Penrose :
“Bintang yang telah kehabisan bahan bakarnya akan runtuh akibat gravitasinya sendiri dan menjadi sebuah titik kecil dengan rapatan dan kelengkungan ruang waktu yang tak terhingga, sehingga menjadi sebuah singularitas di pusat lubang hitam (black hole).“

Dengan cara membalik prosesnya, maka diperoleh teori berikut :


Lebih dari 15 milyar tahun yang lalu, penciptaan alam semesta dimulai dari sebuah singularitas dengan rapatan dan kelengkungan ruang waktu yang tak terhingga, meledak dan mengembang. Peristiwa ini disebut Dentuman Besar (Big Bang), dan sampai sekarang alam semesta ini masih terus mengembang hingga mencapai radius maksimum sebelum akhirnya mengalami Keruntuhan Besar (kiamat) menuju singularitas yang kacau dan tak teratur.

Dalam kondisi singularitas awal jagat raya, Teori Relativitas, karena rapatan dan kelengkungan ruang waktu yang tak terhingga akan menghasilkan besaran yang tidak dapat diramalkan.

Menurut Hawking bila kita tidak bisa menggunakan teori relativitas pada awal penciptaan “jagat raya”, padahal tahap-tahap pengembangan jagat raya dimulai dari situ, maka teori relativitas itu juga tidak bisa dipakai pada semua tahapnya.

Di sini kita harus menggunakan mekanika kuantum. Penggunaan mekanika kuantum pada alam semesta akan menghasilkan alam semesta “tanpa pangkal ujung” karena adanya waktu maya dan ruang kuantum.

Pada kondisi waktu nyata (waktu manusia) waktu hanya bisa berjalan maju dengan laju tetap, menuju nanti, besok, seminggu, sebulan, setahun lagi dan seterusnya, tidak bisa melompat ke masa lalu atau masa depan.

Menurut Hawking, pada kondisi waktu maya (waktu Tuhan) melalui “lubang cacing” kita bisa pergi ke waktu manapun dalam riwayat bumi, bisa pergi ke masa lalu dan ke masa depan.

http://namakugusti.files.wordpress.com/2011/01/godellubangcacing.jpg
Ilustrasi Lubang Cacing

Hal ini bermakna, masa depan dan kiamat (dalam waktu maya) menurut Hawking “telah ada dan sudah selesai” sejak diciptakannya alam semesta. Selain itu melalui “lubang cacing” kita bisa pergi ke manapun di seluruh alam semesta dengan seketika.

Jadi dalam pandangan Hawking takdir itu tidak bisa diubah, sudah jadi sejak diciptakannya.


Dalam bahasa ilmu kalam :
“Tinta takdir yang jumlahnya lebih banyak daripada seluruh air yang ada di tujuh samudera di bumi telah habis dituliskan di Lauhul Mahfudz pada awal penciptaan, tidak tersisa lagi (tinta) untuk menuliskan perubahannya barang setetes.”

Menurut Dr. H.M. Nasim Fauzi, sesuai dengan teori Stephen Hawking, manusia dengan waktu nyatanya tidak bisa menjangkau masa depan (dan masa silam).

Tetapi bila manusia dengan kekuasaan Allah, bisa memasuki waktu maya (waktu Allah) maka manusia melalui “lubang cacing” bisa pergi ke masa depan yaitu masa kiamat dan sesudahnya, bisa melihat masa kebangkitan, neraka dan shiroth serta bisa melihat surga kemudian kembali ke masa kini, seperti yang terjadi pada Nabi Muhammad SAW, sewaktu menjalani Isra’ dan Mi’raj.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpF2bsZjeP2HNCEmmofB2uOFZwANmkYcmndQ2UYrh4yta-sIotjKClL1I4SmesjuXEd0P4aDM9yZtDwNMQnSybSPHA8qij9rJZzMvTTvlpuHUqzSR-W6ro6YJuKW0ZN57FRRtDRn5yGtiI/s1600/isra_miraj1.jpg
Dari sinilah Rasulullah SAW diperjalankan oleh Allah SWT ke langit.


Sebagaimana firman Allah :
Dan Sesungguhnya Muhammad Telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidrotil Muntaha. Di dekatnya ada syurga tempat tinggal . . .
(QS. An Najm / 53:13-15)

Nampaknya dalam mengungkap Perjalanan Isra, Teori Hawking dengan “Lubang Cacing”-nya, sama logisnya dengan Teori Menerobos Garis Tengah Jagat Raya namun meskipun begitu, teori Hawking, tidak semuanya bisa kita terima dengan mentah-mentah.

Seandainya benar, Rasulullah diperjalankan Allah melalui “lubang cacing” semesta, seperti yang diutarakan oleh Dr. H.M. Nasim Fauzi, harus diingat bahwa perjalanan tersebut adalah perjalanan lintas alam, yakni menuju ke tempat yang kelak dipersiapkan bagi umat manusia, di masa mendatang (surga).

Rasulullah dari masa ketika itu (saat pergi), berangkat menuju surga, dan pada akhirnya kembali ke masa ketika itu (saat pulang).

Dan dengan mengambil teladan peristiwa Isra, kita bisa ambil kesimpulan :
1. Manusia dengan kekuasaan Allah, dapat melakukan perjalanan lintas alam, untuk kemudian kembali kepada waktu normal.

2. Manusia yang melakukan perjalanan ke masa depan, namun masih pada ruang dimensi alam yang sama, tidak akan kembali kepada masa silam (mungkin sebagaimana terjadi pada Para Pemuda Kahfi).

3. Manusia sekarang, ada kemungkinan dikunjungi makhluk masa silam, tetapi mustahil bisa dikunjungi oleh makhluk masa depan. Hal ini semakin mempertegas, semua kejadian di masa depan, hanya dipengaruhi oleh kejadian di masa sebelumnya.

WaLLahu a’lamu bisshawab…

Sumber :
kanzunqalam.wordpress.com
http://www.apakabardunia.com/2011/06/teori-fisika-hawking-mengungkap.html

Gara-Gara Gitar 'Made in Indonesia'

Gitar produk dalam negeri menginspirasi musisi Rusia. Ada pula yang menamai band karena bencana tsunami di Aceh. Bagaimana kisahnya?
 
Sekelompok anak muda Rusia membentuk grup band metal di tahun 2007. Suatu ketika, saat asik latihan mereka ingin mencari nama band yang enak didengar. Ketika sedang hangat berdiskusi, seorang anggota band melihat bahwa gitar mereka made in Indonesia. “Ini dia nama yang cocok untuk grup band kita, Indonesia!”
 
Mereka terdiri dari empat personel: Coal yang berperan sebagai vokalis dan gitar, Santa bermain pada bass, Demian pada gitar serta Charlie pada drum dan perkusi.
 
Sejak terbentuk lima tahun lalu, group heavy metal bernama "Indonesia" itu sudah malang melintang mengikuti berbagai konser musik rock di berbagai tempat di Rusia. Pada tanggal 8 Juni 2011 misalnya, Indonesia tampil sebagai band pembuka saat grup band asal AS All That Remains melakukan tur di Saint Petersburg.
 
Selain urusan merek gitar, mereka juga berpandangan bahwa Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau dan budaya adalah refleksi dari musik yang memiliki jutaan warna dan rasa. Akhirnya, secara aklamasi dideklarasi nama Indonesia dipakai sebagai nama band. “Nama Indonesia eksotik, negaranya juga eksotik seperti halnya musik,” ujar Demian.
 
“Meskipun saya belum pernah ke Indonesia, tapi pengetahuan kami mengenai Indonesia juga kami dapatkan dari orang tua kami yang pernah berkunjung ke Indonesia 20 tahun yang lalu” ujat Santa.

 
Sumatra
 
peristiwa bencana alam tsunami bulan Desember 2004 yang melanda Pulau Sumatera, menyisakan rasa simpatik yang mendalam bagi sekelompok pemuda Rusia.
 
Enam orang pemuda Rusia di Moskow mengabadikan nama “Sumatra” menjadi nama sebuah kelompok musik beraliran extreme metal.
 
Alik Galstyan, anggota Sumatra yang saat itu duduk di bangku sekolah kelas 11 (kelas 2 SMA) mengetahui pemberitaan bencara tsunami dari siaran televisi selama berhati-hari. Hatinya gundah lalu mencari tahu melalui internet apa dan dimana “Sumatra” berada.
 
Nah, saat Alik dan teman-teman kelompok musiknya tengah mencari sebuah nama untuk grup musiknya, serta merta ia mengusulkan nama “Sumatra”.
 
“Kata tersebut indah didengar, tidak sulit diucapkan dan mudah diingat,” katanya.
 
Usulan Alik tidak serta merta diterima oleh rekan-rekannya yang juga mengusulkan nama-nama lain. Perdebatan terjadi. Namun Alik bersikeras dengan usulannya dan mengatakan kepada teman-temannya jika tidak menerima usulannya maka mereka dipersilahkan membentuk kelompok musik lain, sementara dirinya tetap dengan nama “Sumatra” dan akan mencari personil pengganti.
 
Akhirnya teman-teman Alik mengalah. Mulai 21 September 2005 nama Sumatra mulai dikibarkan sebagai band extreme metal.
 
Mereka sudah menelorkan beberapa album, seperti “The Sixth Circle” (2008) dan “Heliocratic Infinity” (2009).



Sumber:

http://www.indonesiaberprestasi.web.id
http://bodrexcaem.blogspot.com
http://salingxsharing.blogspot.com/
http://www.apakabardunia.com/2012/04/gara-gara-gitar-made-in-indonesia.html

softskill bahasa indonesia

Pengertian Proposisi

Pengertian Proposisi
Pada paparan-paparan terdahulu, istilah proposisi telah berulang dicantumkan. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan proposisi? Proposisi lazim juga disebut dengan istilah keputusan. Proposisi menyatakan suatu pendapat (suatu pengertian). Apakah pendapat itu benar atau salah belumlah dipersoalkan. Proposisi merupakan suatu kegiatan rohani baik menyuguhkan atau mengingkari. Contoh poposisi yang menyuguhkan yaitu, “Semua orang Negro hitam” dan proposisi yang mengingkari yaitu, “ Semua orang Negro tidak hitam.”
Yang menjadi masalah bagi kita dalam logika ini adalah bahwa proposisi itu diujarkan atau dituliskan dalam suatu kalimat yang lengkap. Proposisi merupakan pernyataan tentang hubungan yang terdapat di antara dua term. Jadi, proposisi itu dinyatakan dalam S dan P.

Macam Proposisi
1. Ditinjau dari Segi Bentuk
Ditinjau dari segi bentuk, proposisi dapat dibedakan atas: (1) proposisi tunggal; dan (2) proposisi majemuk. Proposisi tunggal ialah proposisi yang hanya mengandung sebuah pernyataan. Contohnya: Semua manusia berambut. Proposisi majemuk kebalikannya yaitu proposisi yang mengandung lebih dari sebuah pernyataan. Contohnya: Prof. Dr. H. Achmad Sanusi adalah seorang pakar pendidikan dan pakar hukum. Proposisi tersebut sama dengan dua buah proposisi yaitu: (1) Prof. Dr. H. Achmad Sanusi adalah seorang pakar pendidikan; dan (2) Prof. Dr. H. Achmad Sanusi adalah seorang pakar hukum. Proposisi majemuk dibedakan atas: (1) proposisi majemuk kopulatif yaitu proposisi yang dibentuk lebih dari satu proposisi afirmatif.; dan (2) proposisi majemuk remotif yaitu proposisi majemuk yang dibentuk oleh lebih dari satu proposisi negatif.
2. Ditinjau dari Materinya
Ditinjau dari isi materinya, proposisi dapat dibedakan atas: (1) proposisi analitik yaitu proposisi yang P-nya merupakan keharusan bagi S-nya, contoh: Nyi Uneh adalah manusia; --Nyi Uneh (S) tidak bisa tidak pasti manusia (P)--; dan (2) proposisi sintetik yaitu proposisi yang P-nya bukan merupakan keharusan dari S, contoh: Nyi Uneh adalah gemuk – Gemuk bukan suatu keharusan bagi Nyi Uneh-
3. Ditinjau dari Kualitasnya
Ditinjau dari kualitasnya, proposisi dibedakan atas: (1) proposisi afirmatif; dan (2) proposisi negatif. Proposisi afirmatif ialah proposisi yang bersifat menetap, misalnya: “Sebagian besar mahasiswa PBS Indonesia dan Daerah, FKIP, Uninus lulus ujian mata kuliah morfologi.” Proposisi negatif yaitu proposisi yang bersifat mengingkari, misalnya: “Sebagian kecil mahasiswa PBS Indonesia dan Daerah, FKIP, Uninus tidak lulus ujian mata kuliah morfologi.”
4. Ditinjau dari Kuantitasnya
Dilihat dari kuantitasnya, proposisi itu dibedakan atas: (1) universal, (2) Patikular, dan (3) singular. Proposisi universal ialah proposisi yang mencakup semua lingkungan subjek, misalnya: “Semua manusia pasti mati.” Proposisi patikular adalah proposisi mancakup sebagian saja dari lingkungan subjek, misalnya: “Beberapa mahasiswa Uninus berasal dari Bandung”. Proposisi singular yaitu proposisi yang menjelaskan individu manusia atau benda, misalnya : “Nyi Uneh adalah mahasiswi Uninus.”
5. Ditinjau dari Relasinya
Ditinjau dari relasinya, proposisi dapat dibedakan atas: (1) kategoris, (2) hipotesis, dan (3) disjunktif. Proposisi kategoris ialah proposisi yang berhubungan antara S dan P-nya tidak mengisyaratkan apa-apa dan boleh menerima kemungkinan apa saja secara tidak terbatas, misalnya: “Semua mahasiswa rajin.” Proposisi hipotesis ialah proposisi yang hubungan antara S dan P ditentukan oleh syarat (syarat), misalnya: “Apabila rajin kamu pasti lulus.” Proposisi disjunktif ialah proposisi bagi S merupakan alternative atau salah satu dari P, misalnya: “Hasil dari ujian ialah lulus atau tidak lulus”.
 

Dua kata untuk The Raid: Redemption – LUAR BIASA!

Film ini berkisah tentang “perang” antara sekelompok polisi khusus dan gembong narkoba Tama (Ray Sahetapy) yang bermarkas di sebuah apartemen kumuh “ajaib”. Sebelumnya, berkali-kali tim kepolisian berusaha menggrebek Tama dan gang-nya. Namun tidak pernah berhasil. Meski demikian ini tidak memupuskan niat tim SWAT pimpinan Jaka (Joe Taslim) untuk memusnahkan bisnis maksiat ini selamanya. Mereka harus naik ke lantai teratas untuk menyergap Tama – dan ini bukan hal yang mudah karena setiap lantai dijaga anak-anak buah Tama yang semuanya memiliki kemampuan membunuh yang patut kita takuti! Terutama si “Anjing Gila” Mad Dog (Yayan Ruhian).

Dari awal hingga akhir film, Anda akan menganga berdecak kagum dalam pikiran Anda. Di awal film, Anda akan menyaksikan Tama menembak dan membacok semua musuh-musuh yang berada di cengkeramannya. Dari sini, action tiada henti hingga akhir film. Meski demikian, ada adegan-adegan dimana Anda bisa sedikit tarik nafas dan di saat-saat inilah biasanya dialog-dialog humor namun miris a la Tarantino muncul. Humor seperti inilah yang biasanya membuat penonton bingung harus bereaksi bagaimana. “Ini adegan sadis tapi mengapa bawaannya ingin tertawa ya?” – begitulah kira-kira. Kebanyakan dialog-dialog ironis dan lucu ini muncul dari Tama yang diperankan Sahetapy. Di sini Sahetapy memerankan gembong teroris flamboyant. Pembawaannya super tenang. Dengan tenang ia memerintah preman-premannya menghabisi tim SWAT. Dengan tenang ia menembuskan peluru panas ke kepala musuh-musuhnya. Namun ketenangan karakter Sahetapy ini menciptakan bos yang mengerikan! “Seorang pemimpin sejati tidak perlu berteriak-teriak,” kata Sahetapy saat berbincang di 8-11 Show Metro TV. Sahetapy turut membantu menciptakan Tama bersama sutradara asal Wales Gareth Evans dan tim The Raid: Redemption:

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu turut hadir dalam premiere The Raid: Redemption. “Saya bangga dengan film ini. Salah satunya karena film ini telah memperkenalkan Pencak Silat ke dunia. Ini mengingatkan saya pada film Bruce Lee ‘Enter the Dragon’ yang memperkenalkan Kung Fu pada dunia Internasional,” tukas Mari Elka Pangestu dengan senyuman. Saya yakin koreografi Pencak Silat Iko Uwais dan Yayan Ruhian mampu memukau para penonton The Raid: Redemption di seluruh dunia. Setiap pukulan, setiap tendangan mereka hadirkan bagaikan tarian. “Semua gerakan itu adalah gerakan dasar Pencak Silat. Memang seperti itu,” kata Yayan. Sony Pictures telah membeli hak distribusi The Raid: Redemption. Mereka rencana nya akan me-remake The Raid: Redemption versi Amerika. Iko dan Yayan akan menjadi koreografi aksi adu jotos mereka. Salut!

Iko Uwais adalah pilihan tepat untuk peran pahlawan The Raid: Redemption, Rama. Iko memiliki wajah yang ramah. Ketika keramahan ini digabungkan dengan kekuatan dan ketangkasan. Hasilnya? Karakter yang sangat-sangat karismatik! Saya yakin ini yang menjadi salah satu daya tarik The Raid: Redemption di mata penonton kaum hawa.

Adegan tengkar Mad Dog dan Jaka (Joe Taslim) adalah salah satu adegan yang paling berkesan dari The Raid: Redemption. Ketika mereka hampir saling bunuh dengan senjata api, Mad Dog memutuskan untuk membuang pistolnya dan menghabisi Jaka dengan tangan kosong. “Lebih puas,” katanya. Tendangan Yayan begitu cepat melesat ke wajah Jaka – mengingatkan kita pada ketangkasan Bruce Lee. Sementara atlit Judo Joe Taslim mungkin wajah baru dalam perfilman Indonesia, namun performanya sebagai pemimpin tim SWAT meyakinkan. Darimana ia dapatkan aura otoritatifnya? “Saya dan beberapa tim inti latihan bersama Kopaska.”

The Raid: Redemption telah memenangkan penghargaan dan masuk dalam sejumlah festival film di Canada, Irlandia dan Amerika Serikat. Para kritikus film dari Variety, Hollywood Reporter, Time Out New York, The A.V Club, dan USA Today adalah media yang memberi nilai “A” untuk film yang 98% “Made in Indonesia” ini. Beberapa di antara mereka mengatakan ini merupakan film action yang patut ditonton tahun ini, mengalahkan film-film action yang pernah dibintangi bintang action seperti Jason Statham!

Meski kebanyakan kritikus film menyukai, satu-dua keberatan dengan adegan kekerasan The Raid: Redemption. Kritikus film dari Chicago Sun Times Roger Ebert mengatakan: “Film ini tentang kekerasan. Semuanya fokus pada kekerasan. Apakah itu menghantamkan kepala ke dinding hingga hancur tercerai berai dan lain sebagainya.” Saya mengagumi Ebert dan biasanya sependapat dengan analisanya. Namun kali ini saya berpandangan berbeda. The Raid: Redemption memang penuh kekerasan. Hampir tidak ada adegan action tanpa darah muncrat dimana-mana. Namun para pemeran utama, terutama para protagonis, mereka menderita; tidak menikmati menggebuki dan menghabisi musuh-musuhnya. Karena dalam The Raid: Redemption, seluruh karakter dihadapkan dengan situasi “membunuh atau dibunuh”. Berbeda dengan film seperti “Machete” arahan Ethan Maniquis misalnya yang tampaknya meng-“glamor”-kan kekerasan.

Film ini tidak memiliki banyak dialog. Mungkin dialog hanya 20% namun setiap kalimat efisien dan efektif menyampaikan pesan. “Film ini Evans tulis dalam bahasa Inggris. Saya bertugas menterjemahkan. Awalnya sulit karena banyak bahasa gaul dalam bahasa Inggris,” terang Ario Sagantoro, produser seluruh film Evans.

Well, angkat topi untuk Sagantoro yang mampu menghadirkan dialog dalam bahasa Indonesia yang benar namun masih memiliki esensi humor kering Barat tulisan Evans! Biasanya terjemahan (subtitle) terlalu literal dan tidak menyampaikan arti yang tepat. Namun subtitle The Raid: Redemption malah memberi nuansa pada arti kalimat yang diucap seluruh karakter.

“Ibu saya menonton film ini dengan mata tertutup,” kata Evans saat diwawancarai majalah film Empire UK. Menparekraf Mari Elka Pangestu pun mengatakan demikian. Memang film ini penuh kekerasan, namun ini adalah salah satu film yang wajib kita tonton dalam sejarah perfilman Indonesia.

Secara singkat, film ini memiliki jalan cerita yang jelas, action yang mengagumkan, akting yang baik, penyuntingan yang efisien dan karakter luar biasa.

Evans, Sahetapy, Uwais, Yayan, Alamsyah dan Taslim – good job! Sukses tim The Raid: Redemption!

dari http://www.metrotvnews.com/read/behindscenedetail/2012/03/31/210/Review-Film-The-Raid-Redemption-